multiple intelligence
Posted on January 3, 2009 by Hilal Achmad
“Some people unable to go to school were more educated and even more intelligent than college professors”, – Maya Angelou –
“Sebenarnya tidak tepat istilah bodoh dan pintar, yang lebih tepat sebenarnya adalah orang orang yang menonjol dibidangnya, sesuai dengan potensinya“, saya sempat mengatakan ini ketika saya –jagongan/mertamu– ke tempat kawan kawan di cileungsi kemarin, tepat tanggal 1 januari 2009, sekitar jam 11 siang, maklum kami semua bapak bapak, jadilah salah satu topic pembicaraan kami tentang anak anak kami. Mulai dari kecerdasan, potensi leadership yang mulai terlihat, kenakalan–atau saya menyebutnya cara anak untuk menarik perhatian dan berbeda –, cara mendidik dan sebagainya.
Baik, saya ingin berbagi pandangan saya tentang kecerdasan, tentang intelligence. Kenapa saya bisa bilang bahwa pada dasarnya tidak ada anak pintar dan bodoh, yang ada adalah anak yang menonjol pada karakter dan potensi kecerdasannya masing masing. Ada Albert Einstein yang sangat logis dan matematis, ada Bethoven yang sangat musical, ada Ronaldo yang sangat bodikal kinestetis, ada MichaelAngelo yang sangat visual/natural, semuanya menonjol dalam bidang masing masing, tidak mudah kita menjustifikasi bahwa Sthepen Hawking lebih cerdas dari Beckham, atau Bill Gates yang tidak pernah lulus itu lebih cerdas dari Megawati. Semuanya cerdas dalam bidangnya masing masing, tentu saja jika kita sepakat bahwa kecerdasan tidak diukur dari IQ. Atau kita tidak mengukurnya –hanya– dari kemampuan otak kiri, logikal matematikal semata.
Kecerdasan, sebagaimana dikemukakan oleh Howard Gartner dalam teori Multiple Intelligence, bukanlah sesuatu yang bersifat tetap, kecerdasan merupakan kumpulan kemampuan atau ketrampilan yang dapat ditumbuhkan dan dikembangkan, kemampuan untuk memecahkan suatu masalah, ability to create or offering a valuable services dalam suatu kebudayaan masyarakat. Singkatnya, semua kemampuan yang bisa menciptakan nilai baru–value–, memnerikan jalan keluar untuk memecahkan masalah dan berguna bagi masyarakat adalah sebuah kecerdasan ! Apapun itu, apakah berguna karena daya pikat seni, sastra, kemampuan analisa, ekspertis on mathematic, physic, astronomi, kesehatan, olahraga , whatever it is !!
Bulan November 2008 yang lalu, saya meminta 38 orang team saya untuk melakukan multiple intelligence test , dan hasilnya saya consolidate dalam archive folder saya, objective saya sederhana, dengan mengetahui potensi kecerdasan tiap orang, paling tidak saya bisa memetakan potensi tiap orang dan mapping to their matched function. Mengetahui potensi kecerdasan juga akan membantu saya dalam melakukan personal approach terhadap mereka. Anda tahu kan ? people is the most potential and is the primary asset compare to process and technology. Sebagus apapun kita membuat dan membakukan sebuah proses, sehebat apapun tekhnologi yang kita adopsi, tetap saja hanya akan efektif jika the people behind it is the appropriate people !!, itulah kenapa saya merasa perlu untuk meminta ke-38 team saya untuk melakukan test tersebut.
Lebih lanjut tentang Multiple Intelligence yang being developed and founded tahun 1983, Howard Gardner memberikan 7 klasifikasi tentang jenis jenis kecerdasan, yaitu :
* Verbal/Linguistic
[William Shakespeare, Emily Dickinson]
Kemampuan menggunakan kata-kata secara efektif, dan secara natural sangat baik dalam hal menulis, berbicara dan mengingat bahasa, memiliki kemampuan untuk mengajar–teaching– atau berbagi–sharing– kepada orang lain, bisa mencermati kesalahan grammer, dan sangat suka dengan istilah istilah yang “fancy”, sangat berpotensi untuk menjadi dosen, guru, writer, editor, public speaker, atau jurnalist. Saya tipikal ini, suka menulis, share something, dan suka sama “fancy word”, begitu juga istri saya :)
* Logical-Matematical
[Sthephen Hawking, Isaac Newton]
Abstract thinker, abstract logic dan sangat reasonable, punya kemampuan yang sangat baik dalam hal menganalisa dan melakukan investigasi, maupun research. Sangat mudah melakukan perhitungan matematika di kepalanya, jagoan dalam strategy games, have a “mind like computer” !!, sangat berpotensi dan pas untuk menjadi scientist, mathmematician, pengacara, jaksa, financial planner, programmer dan researcher. Istri saya punya skor 95% dalam kecerdasan ini, no wonder, she is very logic !!
* Visual/Spatial
[Michaelangelo, Buckminster Fuller]
Orang yang sangat artistik, aware dan sensitif terhadap apa yang terjadi disekitarnya, bisa mengingat gambar dengan mudah, suka menggambar, melukis, sangat baik dan cepat belajar melalui gambar dan visualisasi, suka main puzzle :) , cocok untuk jadi designer, architect, artist, atau photographer. Saya jadi tahu kenapa istri saya suka menggambar, les manga, dan suka bikin kristik :) karena dia punya potensi tinggi dalam kecerdasan ini.
* Bodily/Kinestetic
[Muhammad Ali, Nadal, Zidane]
Love movement, suka beraktivitas, sangat motorik, enjoying sport atau dance, fit, dan sangat aktif, learning by doing, loving outbound/outdoor activities, berpotensi besar untuk berkarir sebagai atlit, dancer, mechanic, performer, builder atau gardener :)
* Musical
[Mozart, Vivaldi]
Sangat menyukai musik, bisa memberikan apresiasi yang tinggi terhadap ritme–rhythm– dan komposisi, having a “good ear” of music, dan suka mengingat sesuatu dengan cara mengasosiakannya dengan lagu, music dan rhythm, mudah menghapal lagu, akan sangat perform ketika menjadi musician, songwriter, singer, composer, conductor, atau music director.
* Interpersonal
[Mandella, Mahatma Gandhi, Elizabeth I]
Suka berkomunikasi dengan orang lain dan biasanya growing dalam interaksi sosial, bisa mengerti orang dengan baik, have a very good teamwork, loving dialogs, empati, menyukai aktivitas sosial, having so many friends, kooperatif, dan sensitif terhadap mood orang lain, punya potensi yang bagus sebagai leader, manager, diplomat, counselor, coach atau baby sitter :p
* Intrapersonal
[Theresa, Thich Nhat Hanh]
Suka berbicara dengan batinnya sendiri, self aware, suka berinstropeksi diri, intuitive, dan biasanya introvert. Selalu mencari kebijaksaan–wisdom– dan understanding, prefers working alone, independent, suka menghabiskan waktu dengan berpikir dan melakukan refleksi, akan perform ketika melakukan aktivitas sebagai psikolog, writer, philosopher, atau teolog.
Well, bagaimanapun ini adalah teori, it has yet to be proven that intelligence has any survival value ….
Jika tertarik silahkan melakukan multiple intelligence test, tapi harus jujur, supaya kita tahu kecerdasan kita di mana dan kita bisa memanfaatkannya dengan semaksimal mungkin !! Dan semoga ini bisa merubah paradigma kita semua tentang kecerdasan !!. Everyone having theirown right to be intelligent !! Sebagai dukun bayi, sebagai akupuntur, sebagai konsultan, sebagai enterprenur, atlit, dosen, manager, CEO , pedagang, pemimpin pergerakan … anything !!
Steve Job cannot compared to Yusuf Qaradhawi, Megawati to Gede Prama, Barrack Obama to Agnes Monica, or Chris John to Tukul Arwana, mereka cerdas dalam kemampuannya masing masing, dalam istilah Martin Luther King — menjadi Tukang Sapu terbaik –. Dalam konteks apapun, jadilah yang terbaik dan giving value to others !!
Selasa, 16 Maret 2010
multiple intelligence
Posted on January 3, 2009 by Hilal Achmad
“Some people unable to go to school were more educated and even more intelligent than college professors”, – Maya Angelou –
“Sebenarnya tidak tepat istilah bodoh dan pintar, yang lebih tepat sebenarnya adalah orang orang yang menonjol dibidangnya, sesuai dengan potensinya“, saya sempat mengatakan ini ketika saya –jagongan/mertamu– ke tempat kawan kawan di cileungsi kemarin, tepat tanggal 1 januari 2009, sekitar jam 11 siang, maklum kami semua bapak bapak, jadilah salah satu topic pembicaraan kami tentang anak anak kami. Mulai dari kecerdasan, potensi leadership yang mulai terlihat, kenakalan–atau saya menyebutnya cara anak untuk menarik perhatian dan berbeda –, cara mendidik dan sebagainya.
Baik, saya ingin berbagi pandangan saya tentang kecerdasan, tentang intelligence. Kenapa saya bisa bilang bahwa pada dasarnya tidak ada anak pintar dan bodoh, yang ada adalah anak yang menonjol pada karakter dan potensi kecerdasannya masing masing. Ada Albert Einstein yang sangat logis dan matematis, ada Bethoven yang sangat musical, ada Ronaldo yang sangat bodikal kinestetis, ada MichaelAngelo yang sangat visual/natural, semuanya menonjol dalam bidang masing masing, tidak mudah kita menjustifikasi bahwa Sthepen Hawking lebih cerdas dari Beckham, atau Bill Gates yang tidak pernah lulus itu lebih cerdas dari Megawati. Semuanya cerdas dalam bidangnya masing masing, tentu saja jika kita sepakat bahwa kecerdasan tidak diukur dari IQ. Atau kita tidak mengukurnya –hanya– dari kemampuan otak kiri, logikal matematikal semata.
Kecerdasan, sebagaimana dikemukakan oleh Howard Gartner dalam teori Multiple Intelligence, bukanlah sesuatu yang bersifat tetap, kecerdasan merupakan kumpulan kemampuan atau ketrampilan yang dapat ditumbuhkan dan dikembangkan, kemampuan untuk memecahkan suatu masalah, ability to create or offering a valuable services dalam suatu kebudayaan masyarakat. Singkatnya, semua kemampuan yang bisa menciptakan nilai baru–value–, memnerikan jalan keluar untuk memecahkan masalah dan berguna bagi masyarakat adalah sebuah kecerdasan ! Apapun itu, apakah berguna karena daya pikat seni, sastra, kemampuan analisa, ekspertis on mathematic, physic, astronomi, kesehatan, olahraga , whatever it is !!
Bulan November 2008 yang lalu, saya meminta 38 orang team saya untuk melakukan multiple intelligence test , dan hasilnya saya consolidate dalam archive folder saya, objective saya sederhana, dengan mengetahui potensi kecerdasan tiap orang, paling tidak saya bisa memetakan potensi tiap orang dan mapping to their matched function. Mengetahui potensi kecerdasan juga akan membantu saya dalam melakukan personal approach terhadap mereka. Anda tahu kan ? people is the most potential and is the primary asset compare to process and technology. Sebagus apapun kita membuat dan membakukan sebuah proses, sehebat apapun tekhnologi yang kita adopsi, tetap saja hanya akan efektif jika the people behind it is the appropriate people !!, itulah kenapa saya merasa perlu untuk meminta ke-38 team saya untuk melakukan test tersebut.
Lebih lanjut tentang Multiple Intelligence yang being developed and founded tahun 1983, Howard Gardner memberikan 7 klasifikasi tentang jenis jenis kecerdasan, yaitu :
* Verbal/Linguistic
[William Shakespeare, Emily Dickinson]
Kemampuan menggunakan kata-kata secara efektif, dan secara natural sangat baik dalam hal menulis, berbicara dan mengingat bahasa, memiliki kemampuan untuk mengajar–teaching– atau berbagi–sharing– kepada orang lain, bisa mencermati kesalahan grammer, dan sangat suka dengan istilah istilah yang “fancy”, sangat berpotensi untuk menjadi dosen, guru, writer, editor, public speaker, atau jurnalist. Saya tipikal ini, suka menulis, share something, dan suka sama “fancy word”, begitu juga istri saya :)
* Logical-Matematical
[Sthephen Hawking, Isaac Newton]
Abstract thinker, abstract logic dan sangat reasonable, punya kemampuan yang sangat baik dalam hal menganalisa dan melakukan investigasi, maupun research. Sangat mudah melakukan perhitungan matematika di kepalanya, jagoan dalam strategy games, have a “mind like computer” !!, sangat berpotensi dan pas untuk menjadi scientist, mathmematician, pengacara, jaksa, financial planner, programmer dan researcher. Istri saya punya skor 95% dalam kecerdasan ini, no wonder, she is very logic !!
* Visual/Spatial
[Michaelangelo, Buckminster Fuller]
Orang yang sangat artistik, aware dan sensitif terhadap apa yang terjadi disekitarnya, bisa mengingat gambar dengan mudah, suka menggambar, melukis, sangat baik dan cepat belajar melalui gambar dan visualisasi, suka main puzzle :) , cocok untuk jadi designer, architect, artist, atau photographer. Saya jadi tahu kenapa istri saya suka menggambar, les manga, dan suka bikin kristik :) karena dia punya potensi tinggi dalam kecerdasan ini.
* Bodily/Kinestetic
[Muhammad Ali, Nadal, Zidane]
Love movement, suka beraktivitas, sangat motorik, enjoying sport atau dance, fit, dan sangat aktif, learning by doing, loving outbound/outdoor activities, berpotensi besar untuk berkarir sebagai atlit, dancer, mechanic, performer, builder atau gardener :)
* Musical
[Mozart, Vivaldi]
Sangat menyukai musik, bisa memberikan apresiasi yang tinggi terhadap ritme–rhythm– dan komposisi, having a “good ear” of music, dan suka mengingat sesuatu dengan cara mengasosiakannya dengan lagu, music dan rhythm, mudah menghapal lagu, akan sangat perform ketika menjadi musician, songwriter, singer, composer, conductor, atau music director.
* Interpersonal
[Mandella, Mahatma Gandhi, Elizabeth I]
Suka berkomunikasi dengan orang lain dan biasanya growing dalam interaksi sosial, bisa mengerti orang dengan baik, have a very good teamwork, loving dialogs, empati, menyukai aktivitas sosial, having so many friends, kooperatif, dan sensitif terhadap mood orang lain, punya potensi yang bagus sebagai leader, manager, diplomat, counselor, coach atau baby sitter :p
* Intrapersonal
[Theresa, Thich Nhat Hanh]
Suka berbicara dengan batinnya sendiri, self aware, suka berinstropeksi diri, intuitive, dan biasanya introvert. Selalu mencari kebijaksaan–wisdom– dan understanding, prefers working alone, independent, suka menghabiskan waktu dengan berpikir dan melakukan refleksi, akan perform ketika melakukan aktivitas sebagai psikolog, writer, philosopher, atau teolog.
Well, bagaimanapun ini adalah teori, it has yet to be proven that intelligence has any survival value ….
Jika tertarik silahkan melakukan multiple intelligence test, tapi harus jujur, supaya kita tahu kecerdasan kita di mana dan kita bisa memanfaatkannya dengan semaksimal mungkin !! Dan semoga ini bisa merubah paradigma kita semua tentang kecerdasan !!. Everyone having theirown right to be intelligent !! Sebagai dukun bayi, sebagai akupuntur, sebagai konsultan, sebagai enterprenur, atlit, dosen, manager, CEO , pedagang, pemimpin pergerakan … anything !!
Steve Job cannot compared to Yusuf Qaradhawi, Megawati to Gede Prama, Barrack Obama to Agnes Monica, or Chris John to Tukul Arwana, mereka cerdas dalam kemampuannya masing masing, dalam istilah Martin Luther King — menjadi Tukang Sapu terbaik –. Dalam konteks apapun, jadilah yang terbaik dan giving value to others !!
Posted on January 3, 2009 by Hilal Achmad
“Some people unable to go to school were more educated and even more intelligent than college professors”, – Maya Angelou –
“Sebenarnya tidak tepat istilah bodoh dan pintar, yang lebih tepat sebenarnya adalah orang orang yang menonjol dibidangnya, sesuai dengan potensinya“, saya sempat mengatakan ini ketika saya –jagongan/mertamu– ke tempat kawan kawan di cileungsi kemarin, tepat tanggal 1 januari 2009, sekitar jam 11 siang, maklum kami semua bapak bapak, jadilah salah satu topic pembicaraan kami tentang anak anak kami. Mulai dari kecerdasan, potensi leadership yang mulai terlihat, kenakalan–atau saya menyebutnya cara anak untuk menarik perhatian dan berbeda –, cara mendidik dan sebagainya.
Baik, saya ingin berbagi pandangan saya tentang kecerdasan, tentang intelligence. Kenapa saya bisa bilang bahwa pada dasarnya tidak ada anak pintar dan bodoh, yang ada adalah anak yang menonjol pada karakter dan potensi kecerdasannya masing masing. Ada Albert Einstein yang sangat logis dan matematis, ada Bethoven yang sangat musical, ada Ronaldo yang sangat bodikal kinestetis, ada MichaelAngelo yang sangat visual/natural, semuanya menonjol dalam bidang masing masing, tidak mudah kita menjustifikasi bahwa Sthepen Hawking lebih cerdas dari Beckham, atau Bill Gates yang tidak pernah lulus itu lebih cerdas dari Megawati. Semuanya cerdas dalam bidangnya masing masing, tentu saja jika kita sepakat bahwa kecerdasan tidak diukur dari IQ. Atau kita tidak mengukurnya –hanya– dari kemampuan otak kiri, logikal matematikal semata.
Kecerdasan, sebagaimana dikemukakan oleh Howard Gartner dalam teori Multiple Intelligence, bukanlah sesuatu yang bersifat tetap, kecerdasan merupakan kumpulan kemampuan atau ketrampilan yang dapat ditumbuhkan dan dikembangkan, kemampuan untuk memecahkan suatu masalah, ability to create or offering a valuable services dalam suatu kebudayaan masyarakat. Singkatnya, semua kemampuan yang bisa menciptakan nilai baru–value–, memnerikan jalan keluar untuk memecahkan masalah dan berguna bagi masyarakat adalah sebuah kecerdasan ! Apapun itu, apakah berguna karena daya pikat seni, sastra, kemampuan analisa, ekspertis on mathematic, physic, astronomi, kesehatan, olahraga , whatever it is !!
Bulan November 2008 yang lalu, saya meminta 38 orang team saya untuk melakukan multiple intelligence test , dan hasilnya saya consolidate dalam archive folder saya, objective saya sederhana, dengan mengetahui potensi kecerdasan tiap orang, paling tidak saya bisa memetakan potensi tiap orang dan mapping to their matched function. Mengetahui potensi kecerdasan juga akan membantu saya dalam melakukan personal approach terhadap mereka. Anda tahu kan ? people is the most potential and is the primary asset compare to process and technology. Sebagus apapun kita membuat dan membakukan sebuah proses, sehebat apapun tekhnologi yang kita adopsi, tetap saja hanya akan efektif jika the people behind it is the appropriate people !!, itulah kenapa saya merasa perlu untuk meminta ke-38 team saya untuk melakukan test tersebut.
Lebih lanjut tentang Multiple Intelligence yang being developed and founded tahun 1983, Howard Gardner memberikan 7 klasifikasi tentang jenis jenis kecerdasan, yaitu :
* Verbal/Linguistic
[William Shakespeare, Emily Dickinson]
Kemampuan menggunakan kata-kata secara efektif, dan secara natural sangat baik dalam hal menulis, berbicara dan mengingat bahasa, memiliki kemampuan untuk mengajar–teaching– atau berbagi–sharing– kepada orang lain, bisa mencermati kesalahan grammer, dan sangat suka dengan istilah istilah yang “fancy”, sangat berpotensi untuk menjadi dosen, guru, writer, editor, public speaker, atau jurnalist. Saya tipikal ini, suka menulis, share something, dan suka sama “fancy word”, begitu juga istri saya :)
* Logical-Matematical
[Sthephen Hawking, Isaac Newton]
Abstract thinker, abstract logic dan sangat reasonable, punya kemampuan yang sangat baik dalam hal menganalisa dan melakukan investigasi, maupun research. Sangat mudah melakukan perhitungan matematika di kepalanya, jagoan dalam strategy games, have a “mind like computer” !!, sangat berpotensi dan pas untuk menjadi scientist, mathmematician, pengacara, jaksa, financial planner, programmer dan researcher. Istri saya punya skor 95% dalam kecerdasan ini, no wonder, she is very logic !!
* Visual/Spatial
[Michaelangelo, Buckminster Fuller]
Orang yang sangat artistik, aware dan sensitif terhadap apa yang terjadi disekitarnya, bisa mengingat gambar dengan mudah, suka menggambar, melukis, sangat baik dan cepat belajar melalui gambar dan visualisasi, suka main puzzle :) , cocok untuk jadi designer, architect, artist, atau photographer. Saya jadi tahu kenapa istri saya suka menggambar, les manga, dan suka bikin kristik :) karena dia punya potensi tinggi dalam kecerdasan ini.
* Bodily/Kinestetic
[Muhammad Ali, Nadal, Zidane]
Love movement, suka beraktivitas, sangat motorik, enjoying sport atau dance, fit, dan sangat aktif, learning by doing, loving outbound/outdoor activities, berpotensi besar untuk berkarir sebagai atlit, dancer, mechanic, performer, builder atau gardener :)
* Musical
[Mozart, Vivaldi]
Sangat menyukai musik, bisa memberikan apresiasi yang tinggi terhadap ritme–rhythm– dan komposisi, having a “good ear” of music, dan suka mengingat sesuatu dengan cara mengasosiakannya dengan lagu, music dan rhythm, mudah menghapal lagu, akan sangat perform ketika menjadi musician, songwriter, singer, composer, conductor, atau music director.
* Interpersonal
[Mandella, Mahatma Gandhi, Elizabeth I]
Suka berkomunikasi dengan orang lain dan biasanya growing dalam interaksi sosial, bisa mengerti orang dengan baik, have a very good teamwork, loving dialogs, empati, menyukai aktivitas sosial, having so many friends, kooperatif, dan sensitif terhadap mood orang lain, punya potensi yang bagus sebagai leader, manager, diplomat, counselor, coach atau baby sitter :p
* Intrapersonal
[Theresa, Thich Nhat Hanh]
Suka berbicara dengan batinnya sendiri, self aware, suka berinstropeksi diri, intuitive, dan biasanya introvert. Selalu mencari kebijaksaan–wisdom– dan understanding, prefers working alone, independent, suka menghabiskan waktu dengan berpikir dan melakukan refleksi, akan perform ketika melakukan aktivitas sebagai psikolog, writer, philosopher, atau teolog.
Well, bagaimanapun ini adalah teori, it has yet to be proven that intelligence has any survival value ….
Jika tertarik silahkan melakukan multiple intelligence test, tapi harus jujur, supaya kita tahu kecerdasan kita di mana dan kita bisa memanfaatkannya dengan semaksimal mungkin !! Dan semoga ini bisa merubah paradigma kita semua tentang kecerdasan !!. Everyone having theirown right to be intelligent !! Sebagai dukun bayi, sebagai akupuntur, sebagai konsultan, sebagai enterprenur, atlit, dosen, manager, CEO , pedagang, pemimpin pergerakan … anything !!
Steve Job cannot compared to Yusuf Qaradhawi, Megawati to Gede Prama, Barrack Obama to Agnes Monica, or Chris John to Tukul Arwana, mereka cerdas dalam kemampuannya masing masing, dalam istilah Martin Luther King — menjadi Tukang Sapu terbaik –. Dalam konteks apapun, jadilah yang terbaik dan giving value to others !!
Langganan:
Komentar (Atom)
